Senin, 22 Agustus 2016

merawat anak itu susah, karena hadiahnya surga, kalo gampang hadiah kipas angin.
sesiang gini tiba tiba melo, gara garanya barusan lihat pasien di poli gigi, masih anak anak palingan umur 8 tahun, dimarahai, dipukul, dan dicubit oleh ibunya gara garanya si anak takut giginya mau dicabut. bukan cuma kekerasan fisik, tapi juga verbal.
"jangan ikut mama kalo kamu nggak mau giginya dicabut!"
"jangan dekat dekat mama!"
"mama sudah capek ngantarin kesini!"
"tadi dirumah bilang iya, sampai sini nggak mau!"
"mama nggak mau ngantarin lagi kesini kalo sekarang kamu nggak mau dicabut!"
dan tau apa yang dikatakan sang anak:
"aku mau sama mama...." sambil nangis.
masih juga kalimat itu tidak meluruhkan kemarahan ibunya, aku aja yang melihat jadi kepingin nangis (dan memang beneran jadi nangis, hehe).
langsung keinget sama si kecil dirumah, jadi makin melo deh.
yuks, para orang tua, mari kita  memanajemen emosi kita ketika berada di dekat si kecil, karena hal hal itu akan di-copy oleh anak kita.

#langsungnulisblogdeh
#sambilsearchingsekolahparenting
#doainberhasilya...

Jumat, 08 April 2016


Sebenernya mulai kemarin lihat temen pasang depe itu, tapi masih belum ngeh. Baru 1 jam lalu aku sadar, kok berasa ada yang aneh ya dengan depe itu. Kalo temen temen lihat depe itu, mana yang terasa janggal?
.........
yups, bener... kalimat terakhir, "prestasi terbesarnya ketika mampu mencetak anak anak yang sholeh". Haloooooo... apa kabar prestasi ayah?
Kemarin habis baca status yang ditulis Ustadz Bendrijaysurrahman, memang benar ibu adalah madrasah pertama anak, tapi ayah lah kepala sekolahnya. Dan buksnkah baik buruk suatu madrasah, tergantung kepada kepala sekolah bukan? Aku masih nggak percaya 100% sama status sang ustadz yang di posting di fanpage ustadz. Mulailah aku searching, mulai dari postingan orang ecek ecek, ustadz, sampai media islami, ternyata mengamini status fb sang ustadz. Masih belum percaya lagi, bukalah AlQuran, karena di setiap postingan hasil googling, mereka menukilkan ayat Al Quran. Dan memang benar, Al Quran-ku juga menyuratkan hal yang demikian, coba deh tengok QS. Lukman: 13, atau QS.Al Baqarrah:132.
Hasil kesimpulan awamku adalah, ayahlah yang sangat berperan dalam mencetak anak yang sholeh atau sholehah. Dan berkenaan dengan depe diatas, mungkin sang creatornya ketika membuat depe tersebut masih di bawah budaya kita yang berupa bahwa tanggung jawab pendidikan anak anak adalah tanggung jawab ibu sebagai orang yang waktu kebersamaannya dengan anak lebih lama daripada seorang ayah.
sekian dan terima kasih.

Senin, 21 Maret 2016

terserah caramu memilih

Ada begitu banyak cara untuk menyakiti atau membahagiakan orang lain. Berkata pedas atau manis, semua kembali pada diri kita masing masing. Hanya itu postingan kali ini.

Selasa, 05 Januari 2016

Jadi gini ya, moral cinta kebersihan tidak berbanding lurus dengan tingkat pendidikan, usia, apalagi kekayaan. Banyak tuh orang yang pendidikannya sarjana masih suka buang sampah di pinggir jalan, banyak tuh orang tua yang nggak ngajarin anaknya buah sampah pada tempatnya, dan masih sering tuh aku lihat horang kayah dengan mobil mulusnya suka buang sampah lewat jendela mobil. Apa susahnya sih, itu sampah dikumpulin dulu trus baru dibuang kalo ada tempat sampah? Bukan tanpa alasan ngomel kayak gini, jadi ya, tadi pagi lagi ngebut naik motor karena keburu berangkat kerja, di depan ada juga emak emak ngebut, jarak ngak ada 3 meter, eh.., nggak ada warning dan nggak ada angin ribut, itu emak emak ngeludah dengan suksesnya. Eitss, menghindarlah diriku, sukses sih menghindarnya, tapi ya itu, sukses juga membangkitkan hasrat ngomel dari dalam diriku, langsung tarik gas, disejajarin, ngomel, "Bu, hati hati kalo ngeludah, yang belakang kena ini." Itu emak emak langsung pelaaaaan jalannya, entah karena takut ku semprot lagi atau merasa bersalah.
Pokoknya ya, kita harus cinta kebersihan, harus sayang, apalagi umat muslim, (bukan maksud SARA ya, aku pun  muslim, ngajak sesama muslim kan bagus) kebersihan adalah sebagian dari iman. Kalo bukan dari diri kita sendiri yang memulainya, apa kata dunia? Meskipun itu dimulai dengan hal hal kecil terlebih dulu.