Jumat, 08 April 2016


Sebenernya mulai kemarin lihat temen pasang depe itu, tapi masih belum ngeh. Baru 1 jam lalu aku sadar, kok berasa ada yang aneh ya dengan depe itu. Kalo temen temen lihat depe itu, mana yang terasa janggal?
.........
yups, bener... kalimat terakhir, "prestasi terbesarnya ketika mampu mencetak anak anak yang sholeh". Haloooooo... apa kabar prestasi ayah?
Kemarin habis baca status yang ditulis Ustadz Bendrijaysurrahman, memang benar ibu adalah madrasah pertama anak, tapi ayah lah kepala sekolahnya. Dan buksnkah baik buruk suatu madrasah, tergantung kepada kepala sekolah bukan? Aku masih nggak percaya 100% sama status sang ustadz yang di posting di fanpage ustadz. Mulailah aku searching, mulai dari postingan orang ecek ecek, ustadz, sampai media islami, ternyata mengamini status fb sang ustadz. Masih belum percaya lagi, bukalah AlQuran, karena di setiap postingan hasil googling, mereka menukilkan ayat Al Quran. Dan memang benar, Al Quran-ku juga menyuratkan hal yang demikian, coba deh tengok QS. Lukman: 13, atau QS.Al Baqarrah:132.
Hasil kesimpulan awamku adalah, ayahlah yang sangat berperan dalam mencetak anak yang sholeh atau sholehah. Dan berkenaan dengan depe diatas, mungkin sang creatornya ketika membuat depe tersebut masih di bawah budaya kita yang berupa bahwa tanggung jawab pendidikan anak anak adalah tanggung jawab ibu sebagai orang yang waktu kebersamaannya dengan anak lebih lama daripada seorang ayah.
sekian dan terima kasih.